Spendha dalam Expo Pendidikan Banyumas 2017

On 2017-05-05 Posted by Novi  |  Dikunjungi (172)  |  Comments (0)


Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, Dinas pendidikan Kabupaten Banyumas mengadakan berbagai kegiatan antara lain lomba volly untuk kalangan tenaga kependidikan, jalan sehat, lomba karya tulis kategori fiksi dan non fiksi untuk guru, expo pendidikan. Salah satu kegiatan yang menarik adalah Expo Pendidikan dan Peluncuran Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kegiatan expo tersebut dimulai pada hari Kamis, 27 April 2017 yang dibuka oleh Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) RI yaitu Prof.Dr. Muhadjir Effendy. Kegiatan tersebut turut diramaikan oleh siswa dari berbagai sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK se Kabupaten Banyumas.
SMP N 2 Purwokerto merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang ikut serta dalam meramaikan expo pendidikan tersebut. Dalam expo pendidikan siswa spendha memamerkan beberapa karyanya yang tentunya sangat menarik untuk disaksikan oleh pengunjung. Beberapa diantaranya yaitu tanaman hidroponik, model sistem peredaran darah manusia, kapal remot, mainan kereta dan rel, serta lampu tidur perangkap nyamuk.
Pada saat pembukaan expo, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menyampaikan amanah yang telah diberikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo terkait reformasi pendidikan dalam rangka revolusi mental.
“Mulai tahun ajaran 2017/2018, proses pembelajaran disekolah akan dilaksanakan selama 8jam/hari, jadi guru – guru dan siswa harus 8 jam berada di sekolah, sebagai gantinya hari Sabtu dan Minggu tidak ada kegiatan di sekolah kecuali untuk kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, dan latihan kepemimpinan. Dengan demikian sekolah juga harus diselenggarakan minimum 8jam. Tetapi jangan disalah artikan seolah – olah nanti siswa berada dikelas selama 8 jam atau ditambah mata pelajarannya.“Bahkan saya lebih cenderung untuk mata pelajaran SD, SMP, akan dikurangi, tetapi kegiatan dalam rangka penguatan pendidikan karakter ditambah sehingga siswa akan menjadi aktif. Bukan lagi gurunya yang aktif. Karena kalau dalam proses pembelajaran gurunya yang lebih aktif (banyak ceramah), maka yang pintar bukan siswanya melainkan gurunya. Jadi disini ditekankan agar guru harus kreatif mengembangkan metode – metode yang benar – benar bisa membangkitkan aktivitas, minat, dan semangat siswa untuk belajar”, ujarnya.
Terkait dengan pendidikan karakter, Bapak Muhadjir mengatakan porsi pendidikan karakter untuk tingkat SD sebanyak 70%, dan 30% untuk Ilmu pengetahuan. Sementara tingkat SMP 60% pendidikan karakter, 40% Ilmu Pengetahuan.
Setelah membuka kegiatan expo, Bapak Muhadjir menyempatkan diri untuk berkeliling menuju stand – stand yang berada di halaman dinas pendidikan kabupaten Banyumas. Pada gilirannya beliau juga mampir ke stand Spendha lho, disini beliau juga memberikan tanda tangannya kemudian bersalaman dengan siswa – siswa. Sayangnya belum sempat berfoto bersama beliau karena saking ramenya jadi desak – desakan. Walaupun tidak berfoto bersama, saya yang pada saat itu mengikuti dari pembukaan hingga Bapak menteri berkeliling ke stand – stand memotret dari kejauhan. Alhasil dapatlah beberapa foto beliau.



KOMENTAR :


Tuliskan komentar anda :

Alamat E-mail

Komentar

 

kembali