ANTUSIAS GURU DAN KARYAWAN SPENDHA DALAM PESANTREN RAMADHAN 1438 H

On 2017-06-15 Posted by Novi  |  Dikunjungi (167)  |  Comments (0)


Sudah menjadi tradisi di hampir setiap sekolah di bulan suci Ramadhan diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa Islami.Tak terkecuali SMP N 2 Purwokerto yang selalu rutin melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan.Kegiatan pesantren ramadhan ini tidak hanya untuk siswa tetapi juga untuk guru, beserta karyawan SMP N 2 Purwokerto. Kegiatan pesantren ramadhan bagi guru, beserta karyawan yang beragama Islam berlangsung pada tanggal 6 s.d 9 Juni 2017 diruang Aula Spendha, dengan dibimbing oleh ustadz Amrullah Sucipto Aji, S.Sos.
Kegiatan pesantren ramadhan kali ini bertemakan “Tahsin”. Kegiatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi guru dan karyawan spendha. Menurut ketua pesantren ramadhan yaitu Bapak Qoyum Abdullah, S.Pd.i tujuan dari kegiatan ini yaitu sebagai salah satu wahana menambah bekal pengetahuan agama khususnya mengenai Tahsin (Memperbaiki bacaan Al Qur’an) sehingga kualitas ibadah dalam membaca Al Qur’an menjadi lebih baik.
Untuk mengawali pengajarannya, Ust. Amrulloh menjelaskan “Tahsin itu berasal dari kata ‘hassana-yuhassinu’ yang berarti memperbaiki, memperbagus, meningkatkan, memperindah atau menjadikan lebih baik dari sebelumnya. Jadi tahsin bisa didefinisikan sebagai kegiatan atau metode untuk menyempurnakan pengucapan huruf – huruf Al Quran mulai dari pengucapan huruf serta kebenaran tajwid – tajwid dan kaidah – kaidahnya”. Untuk belajar tahsin, terlebih dahulu harus mengetahui Makhorijul huruf dan sifat – sifat huruf hijaiyah dalam Al Qur’an. Makhorijul huruf merupakan tempat keluarnya huruf dalam melafalkan huruf Al Qur’an. Sementara sifat – sifat huruf hijaiyah merupakan huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya. Beliau menjelaskan ada 5 makhorijul huruf yaitu Al Jauf (Rongga mulut), Al halqu (Tenggorokan), Al lisan (Lisan), Asy Syafatain (Kedua bibir), Al Khaisyum (Pangkal hidung). Beliau menuntun Bpk/Ibu guru untuk melafalkan contoh – contoh bacaan Al Qur’an sesuai Makhorijul huruf.
“Paling tidak belajar tahsin untuk diri sendiri dulu sehingga bisa menjadi imam yang lebih baik untuk istri dan anak (bagi bapak – bapak)”, ujar ust.Amrulloh disela – sela pengajarannya.
Alhamdulillah sangat terlihat antusias Bapak/Ibu guru spendha saat mengikuti pengajian tahsin. Semoga apa yang telah kita pelajari dalam kegiatan pesantren ramadhan ini bermanfaat bagi kita semua.



KOMENTAR :


Tuliskan komentar anda :

Alamat E-mail

Komentar

 

kembali